Kunjungan Ke Situs Monumen Gubernur Suryo - 17 September 2010 - History Education

Peringkat

Powered by MyPagerank.Net

Assalamualaikum

Login (masuk)

Waktu

Kalender

«  September 2010  »
SuMoTuWeThFrSa
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930

Kolom Chatting

200

Asmaul Husnah

Statistik


Total online: 2
Guests: 2
Users: 0

Polling

Rate my site
Total of answers: 46

Block title

Social Network

MyBlog Log

Tag Cloud

Upload File

Smile

Sponsor

Hot News

Pengunjung

free counters

Pagerank

SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Block title

My Profile





Thursday, 08 Dec 2016, 6:14 AM
Welcome Guest | RSS
HISTORY EDUCATION
Main | Registration | Login
Main » 2010 » September » 17 » Kunjungan Ke Situs Monumen Gubernur Suryo
11:50 AM
Kunjungan Ke Situs Monumen Gubernur Suryo
Pagi itu Minggu, 20 Juni 2010 matahari belum begitu menyingsing dari peredarannya. Namun sekelompok siswa dan guru dari berbagai sudut kota Surabaya telah berkumpul di halaman muka masjid Al-Falah. Yuph, mereka semua hendak melakukan kunjungan ke situs-situs kekejaman PKI pada tahun 1948 di daerah Ngawi, Magetan dan Madiun. Tepat pukul 07.00 salah seorang panitia mengumpulkan paserta dan guru pendamping untuk segera breafing. Setelah prakata dan sedikit petunjuk dari ketua CICS (lembaga yang punya gawe) akhirnya semua peserta beserta rombongnya (maksudnya rombongannya) memasuki bus yang telah disediakan oleh panitia. 

Siang semakin terik namun bus tetap berjalan pelan di jalur menuju Ngawi, "waduh jelas lama ini kita gak nyampek-nyampek kalo jalannya seperti gini”, celetuk salah satu peserta. Dan bus berhenti di sebuah tempat di tengah hutan. Wah ada apa ini, "ada singa melahirkan kali ye” guyon salah seorang peserta. Eh rupanya kagak kok. Bus berhenti di sebuah monumen yang ada di tengah hutan di daerah Ngawi. Monumen itu namanya Monumen Suryo. Kalo kamu udah tau maka kamu .....ya udah pinter kalo gitu, tapi buat yang belum tau, kamu kudu baca tulisan ini sampe selesai. Juga halal kok buat yang udah tau untuk terus membaca tulisan ini. 

Monumen Suryo dibangun untuk memberi tanda bahwa pada tahun 1948 telah terjadi pembunuhan kejam atas gubernur Jawa Timur yang pertama yaitu Gubernur Suryo. Siapa yang membunuh beliau? Tak lain dan tak bukan yaitu bangsat-bangsat yang berlindung dibawah bendera palu arit PKI. Yuph PKI (Partai Komunis Indonesia) sebuah partai yang waktu itu besar dengan faham komunisnya. 
Sayang sekali saat itu menumen Suryo masih dalam tahap rehap karena mau dibuat yang lebih keren lagi. Meski dalam tahap rehap dan masih banyak sisa-sisa bangunan yang masih berantakan, namun monumen utama nya masih tetap tegar berdiri menantang kesunyian hutan. Salah seorang guru pendamping menceritakan bahwa, waktu itu Gubernur Suryo sedang melaksanakan rapat dengan beberapa bawahannya dalam upaya menyikapi beberapa hasil perjanjian Indonesia dengan Belanda di pemerintahan pusat. Setelah melaksanakan rapat, Gubernur Suryo menggunakan mobil dan dikawal oleh beberapa pengawalnya hendak pulang. Ditengah perjalanan, sekelompok orang melakukan penghadangan dengan kondisi mata dan raut wajah bercadar. Gubernur Suryo di tangkap dan dibawa oleh beberapa orang tersebut di sebuah gubuk di tengah hutan. Tak ada yang tau selanjutnya, namun ada beberapa kesaksian warga yang melihat, ditengah hutan gubernur suryo dan pengawalnya dibantai dengan cara di gorok lehernya hingga putus. Sungguh biadab PKI memperlakukan gubernur Suryo seperti binatang. Mereka (PKI) menggorok leher gubernur suryo selayaknya mereka menyembelih hewan ditengah hutan.

Mendengar dan melihat bukti serta kesaksian tersebut, darah kami mendidih, dan pandangan kami berbinar pada sosok patung dengan telunjuk menghadap ke kami. Ya beliau lah Gubernur Suryo yang harus wafat dengan kejam oleh PKI bangsat. Sudah cukup darah bercucuran oleh kebangsatan dan kekejaman PKI. Sudah cukup air mata untuk menangisi para pahlawan. Sudah saatnya bila kita sebagai anak bangsa yang tau akan sejarah bangsanya menyatakan PKI haram di Indonesia. Segala bentuk komunisme harus mampus, segala bentuk yang mengatakan demokratisasi demi munculnya kembali Komunisme di Indonesia harus diganyang abis. Tak habis pikir kok ada yang menulis "Aku bangga menjadi nak PKI”......kok masih ada yang nulis "PRD afiliasi PKI” gtu loh kok bangga. Bangga apanya ? Jangan terbuai oleh kecantikan dan tipu daya demokrasi. Masih hangat di berita-berita sekarang, kalo Rieke Diah Pitaloka (Oneng) baru saja digerebek masa FPU (bukan FPI) di Banyuwangi...ya ini benih-benih PKI yang akan menjadi momok bila di biarkan. Kudunya bangsa ini berterimakasih dengan lembaga-lembaga seperti CICS dan sebagainya yang dengan gigih memperjuangkan Indonesia bebas dari Komunis.

Jadi kawan, teman, kita kudu satukan tekad membasmi segala bentuk neokomunisme alias komunisme model baru. Larang orang-orang berhaluan Marxis dan Leninisme untuk mengembangkan faham komunisme di Indonesia. Bangsa Indonesia sudah trauma dengan kebiadaban PKI (Komunisme) sebuah faham yang identik dengan kebusukan, kemunafikan dan penipuan. Jadi kawan satu kata katakan "Hancurkan PKI dan faham-faham Neo Komunisme di Indonsia”......

Seandainya anda bisa memasuki lorong waktu dan kembali ke zaman pembantaian PKI. Apa yang akan kamu lakukan ?
Views: 2224 | Added by: aries | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Name *:
Email *:
Code *:

Copyright Aries Eka Prasetya © 2016