Do’a Ayah - 17 September 2010 - History Education

Peringkat

Powered by MyPagerank.Net

Assalamualaikum

Login (masuk)

Waktu

Kalender

«  September 2010  »
SuMoTuWeThFrSa
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930

Kolom Chatting

200

Asmaul Husnah

Statistik


Total online: 1
Guests: 1
Users: 0

Polling

Rate my site
Total of answers: 46

Block title

Social Network

MyBlog Log

Tag Cloud

Upload File

Smile

Sponsor

Hot News

Pengunjung

free counters

Pagerank

SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Block title

My Profile





Tuesday, 06 Dec 2016, 11:47 AM
Welcome Guest | RSS
HISTORY EDUCATION
Main | Registration | Login
Main » 2010 » September » 17 » Do’a Ayah
12:00 PM
Do’a Ayah

Ini adalah sebuah doa yang berbentuk puisi, ditulis oleh Jenderal Douglas Mac Arthur, seorang jenderal Amerika yang terkenal dengan kata-katanya "We shall return”. Kata-kata itu ia ucapkan sebagai janji kepada rakyat Philipina, ketika ia terpaksa mundur ke Australia, karena tentaranya tidak dapat menahan serbuan Jepang pada Perang Dunia ke II. Dan ia memenuhi janjinya, membebaskan rakyat Philipina dari kekuasaan Jepang yang kejam.

MacArthur menulis puisi ini sebagai hadiah ulang tahun bagi putranya, karena pada hari ulang tahun putranya tersebut ia sedang berada di medan perang dan tidak dapat pulang.

DO’A AYAH

Tuhanku,

jadikanlah anakku sebagai seorang

yang cukup mengetahui kelemahan dirinya

berani menghadapi kala ia takut

tegar dan tidak terpuruk

dalam kekalahan yang tulus

rendah hati dan penyantun dalam kemenangan

Tuhanku,

jadikanlah anakku

seorang yang tahu akan adanya Engkau

dan mengenal diriMu sebagai dasar segala pengetahuan

Tuhanku,

bimbinglah ia

bukan di jalan yang lapang dan mudah

tetapi di jalan yang penuh desakan, tantangan, dan kesukaran

ajarilah ia, agar ia sanggup berdiri teguh di tengah badai

dan belajar mengasihi mereka yang tak berhasil

Tuhanku,

jadikanlah anakku orang yang berhati lembut

bercita-cita luhur

sanggup memerintah dirinya sebelum memimpin orang lain

mengejar masa depan tanpa melupakan masa lalu

Sesudah semuanya membentuk dirinya

kumohon, ya Tuhanku

rahmatilah ia dengan rasa humor

sehingga serius tak berlebihan

berilah keramahan, kesederhanaan, dan kesabaran

Ini semua, ya Tuhanku

dari kekuatan dan keagunganMu

Jika sudah demikian, ya Tuhanku

beranilah aku berkata :

tak sia-sia aku hidup sebagai ayahnya

Sangat menarik doa Mac Arthur ini. Tidak sebagaimana umumnya doa orang tua yang memohon agar anaknya diberi jalan lapang, kemudahan, rezeki berlimpah, dan kemudahan-kemudahan hidup lainnya, Mac Arthur justru berdoa agar anaknya digembleng dengan kesulitan, agar sang anak menjadi seseorang yang kuat. Mac Arthur berharap agar sang anak memiliki keberanian ketika menghadapi saat-saat yang menakutkan. Ia juga ingin anaknya tidak hancur dan kehilangan harga diri meskipun sedang didera kekalahan, dan tidak sombong ketika berada di puncak kemenangan.

Jangan selalu memberikan kemudahan kepada anak-anak kita. Jangan khawatir jika anak-anak kita menghadapi kesukaran. Ajarkan dan dorong agar mereka berhati tegar, memiliki daya juang yang kuat dan tahan uji. Barangkali dengan doa seperti inilah, sebuah generasi akan menjadi bangsa besar.

Saya suka doa ini.

Views: 327 | Added by: aries | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Name *:
Email *:
Code *:

Copyright Aries Eka Prasetya © 2016